Sunday, 22 July 2012

Rencana Israel hancurkan masjidil Aqsa


Israel bernafsu untuk menghancurkan dan melenyapkan Masjid Al-Aqsa dari Yerussalem.

Melenyapkan Masjid Al-Aqsa dari kota tua Yerussalem merupakan agenda besar yang tengah dilakukan Zionis Israel. Proses penggalian terowongan di bawah Haram al-Sharif yang berada di kota suci Al-Quds, sebelah timur Yerussalem, merupakan bukti betapa Zionis berupaya meruntuhkan kiblat pertama umat Islam itu.Aktivitas penggalian terowongan di bawah tempat suci umat Islam itu terus dilakukan, meski Muslim di Palestina menolaknya. Akibatnya, pondasi Masjid al-Aqsa pun banyak yang mengalami kerusakan. 

“Pengerjaan di bawah tempat suci itu telah mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki pada bagian pondasi Masjid al-Aqsa,” ungkap Syekh Raed Salah, pemimpin Pergerakan Islam kepada IslamOnline.net.

Aktivitas penggalian terowongan yang dilakukan Israel di kota tua Al-Quds itu telah berlangsung selama 42 tahun. Rakyat Palestina dan beberapa organisasi di Israel, termasuk Israeli Committee Against House Demolition, mencium adanya rencana busuk di balik pembangunan terowongan itu. Tujuan utama Israel yang sebenarnya adalah menciptakan rute akses bawah tanah untuk menyerang al-Aqsa dan tem-tempat suci lainnya milik umat Islam.

“Saya yakin, fondasi Masjid al-Aqsa sudah sangat melemah akibat pembangunan terowongan dan penggalian lainnya,” tutur Syeikh Salah. “Anda tak perlu menjadi seorang arsitek yang hebat untuk menyadari kerusakan ini. Kami telah melihat lubang-lubang dan retakan di seluruh area Masjid al–Aqsa.”

Terowongan di bawah Masjid al-Aqsa yangdibuat oleh Israel
jelas-jelas merupakan pelanggaran hukum internasional.
(Foto diambil pada 3 Februari 2007)
Tahun 2008, halaman Masjid al-Aqsa sudah mengalami longsor akibat tindakan penggalian Israel. Bahkan, air mancur dekat Qaitbay yang berada di bagian barat masjid telah ambruk. Syekh Salah sangat yakin, Israel ingin menghancurkan dan melenyapkan Masjid al-Aqsa dari Yerussalem.

“Mereka (Israel) mencoba menghancurkan Masjid al-Aqsa lewat penggalian ini. Mereka ingin melenyapkan bangunan suci ini dengan cara-cara yang seakan-akan alami, seperti sebuah gempa bumi,” papar Syekh Salah pada sebuah kesempatan. Israel pun tengah berupaya menghapus memori umat Islam di seluruh dunia dari Masjid al-Aqsa yang sebenarnya.

Caranya, media-media Barat kerap menampilkan gambar Masjid kubah Batu (Dome of Rock) untuk menyebut Masjid al-Aqsa (Baca selengkapnya di artikel: Yang Manakah Masjidil Aqsa). 

Tak sedikit umat Islam yang secara tak sadar telah terpengaruh konspirasi Zionis itu. Begitu banyak umat Islam yang menganggap Masjid Kubah Batu sebagai Masjid al-Aqsa. “Zionis tengah berkonspirasi untuk menghilangkan Masjid al-Aqsa yang sebenarnya dari memori umat Islam’” tutur sebuah video yang ditayangkan YouTube.

Direktur Pusat Studi Alquran (PSQ), Prof. HM Quraish Shihab, mengaku tak heran melihat tindakan brutal yang dilakukan Zionis Israel terhadap Masjid al-Aqsa. “Yang saya heran justru bila dunia termasuk negara-negara Islam diam diri menyaksikan tindakan brutal dari orang-orang Yahudi tersebut,” tutur mantan duta besar republik Indonesia untuk Mesir itu.

Keretakan tiang pondasi Masjid Al-Aqsa yang ditengarai akibat penggalian
terowongan ilegal di bawah Masjid Al-Aqsa.

Menurut Quraish, telah banyak bantuan moril maupun materil yang diberikan umat Islam, termasuk umat Islam dari Indonesia untuk Palestina. “Masalahnya aksi kebrutalan tersebut berlangsung cukup lama sejak 1948. Karena itu, yang terpenting bagaimana agresi itu bisa segera diselesaikan.”

Ketua Umum Presidium Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI), Prof. Muslimin Nasution, mengungkapkan, sudah sejak lama Zionis Israel selalu membuat ulah dengan berbagai dalih untuk menghancurkan Masjid al-Aqsa. “Sekarang ini alasannya ingin mencari harta karun yang ada di bawah Masjid al-Aqsa. Apakah ini masuk akal?” ungkapnya.

Replika dari Haikal Sulaiman (Solomon Temple) yang ingin dibangun
Zionis di atas kompleks Al-Aqsa
Padahal, Masjid al-Aqsa merupakan pusat sejarah bagi umat Islam di seluruh dunia. Menurut dia, Masjid al-Aqsa merupakan sejarah bagi umat Islam di seluruh dunia, karena Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan Isra Mi’raj. Selain itu, Masjid al-Aqsa juga merupakan kiblat pertama bagi umat Islam di dunia.

Cendikiawan Muslim, DR. Adian Husaini, mengungkapkan sejak lama Zionis Israel berencana menghancurkan Masjid al-Aqsa. 

“Menurut saya, Zionis Israel itu bukan sekedar punya niat jahat kepada Masjid al-Aqsa, tapi sejak lama yakni sejak tahun 1969 Zionis Israel berusaha menghancurkannya, untuk kemudian diganti dengan Solomon Temple. Dan itu sudah sangat terbukti.”

Berkat kepedulian media massa termasuk media elektronik dari seluruh dunia yang membongkar rencana buruk kaum Yahudi itu, papar Adian, upaya mereka meruntuhkan Masjid al-Aqsa mendapat perlawanan dari dunia. “Kita juga patut memuji dan bersyukur kepada anak-anak dan bangsa Palestina yang dengan gigihnya tanpa mengenal rasa takut kehilangan nyawa berusaha sekuat tenaga mempertahankan Masjid al-Aqsa,” cetus Adian.

Tentara Israel mengontrol keluarga Palestina yang ketakutan saat
rumahnya sedang dihancurkan oleh Zionis di Yatta, selatan Hebron.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Komaruddin Hidayat, menyatakan, rapuhnya solidaritas negara-negara Arab merupakan salah satu faktor yang membuat Israel kian brutal terhadap umat Islam di Palestina dan makin berani mencaplok Masjid al-Aqsa.

“Sebagai bangsa Muslim yang tidak punya kepentingan langsung terhadap konflik di Timur Tengah, Indonesia bisa lebih bijak dan fleksibel melakukan manuver. Karena itu, Presiden atas nama bangsa Indonesia mestinya menjadi mediator,” tutur Komaruddin. Negara-negara Arab tampaknya lebih sibuk mengurus kepentingannya masing-masing dan mulai abai dengan nasib Masjid al-Aqsa yang kian merana.

Pemimpin Persatuan Ulama Dunia, Syekh Yusuf Al-Qardhawi, mengajak umat Islam di seluruh dunia untuk menjadikan sebagai solidaritas kemarahan atas serbuan Zionis terhadap Masjid al-Aqsa.


Sumber : Tabloid Republika, Dialog Jumat, 6 November 2009

Comments
0 Comments

No comments: