Sunday, 22 July 2012

Hubungan AS dan Muslim rusak tatkala Israel didirikan


Barat dan umat Muslim sama-sama memiliki kesalahan yang membuat hubungan keduanya terjalin kurang harmonis. Hal itu ditegaskan oleh penulis sekaligus peneliti utama perkembangan politik nasional LIPI, Mochtar Pabottingi.

Menurut Mochtar, kita tidak dapat mengidentikkan Muslim sebagai kalangan ekstremis yang seluruhnya bermusuhan dengan Barat. Namun, Mochtar mengatakan, Barat juga tidak selalu dapat diidentikkan sebagai musuh umat Muslim.

Dalam perspektifnya, Mochtar mengatakan, Muslim dan Barat sama-sama memiliki kesalahan yang perlu dicermati bersama demi membangun hubungan yang lebih baik ke depan. Kesalahan dari sisi umat Muslim menurutnya dipicu oleh adanya tindakan ekstremis yang dipicu oleh segelintir orang yang merusak citra Islam.

Mereka yang memiliki tindakan ekstremisme ini menurut Mochtar adalah mereka yang menyebarkan ajaran Islam dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab suci Alquran. Sementara itu, kesalahan dari pihak Barat menurutnya dipicu oleh sentimen yang terbangun atas kedekatan Amerika Serikat (AS) dengan Israel.

"Sejak Israel didirikan, AS sangat dekat dengan negara itu. AS selalu mengutamakan kepentingan Israel dibandingkan negara-negara manapun di dunia ini. Ini membuat AS melupakan prinsip-prinsip dasarnya yang mengutamakan kesetaraan," ujar Profesor Mochtar, di @america, Jakarta, Kamis, (28/6/2012).

Pernyataan Profesor Mochtar ini disampaikannya dalam diskusi di Pusat Kebudayaan AS @america yang berjudul "What's Right with Islam is What's Right with America: Discussing Islam in the United States. Dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar AS ini turut hadir pula Imam Masjid Al-Fara New York, Amerika Serikat (AS) Feisal Abdul Rauf.

Tidak hanya itu, menurut Mochtar kedekatan AS bahkan telah melupakan pesan pendiri negara itu George Washington yang mengatakan, bahwa AS tidak boleh menggantungkan kekuatan negaranya dengan negara manapun.


"Washington mengatakan, AS harus merdeka sebagai sebuah bangsa dan jangan sekali-kali menggantungkan kepentingan AS dengan bangsa lain," jelas Profesor Mochtar.

Profesor Mochtar juga menambahkan, penyebab rusaknya hubungan AS dengan Barat adalah kedekatan Negeri Paman Sam dengan Israel.

"Hubungan AS dan negara-negara Islam mulai rusak ketika didirikannya Israel. Keberpihakan AS pada Israel telah menunjukkan ketidakadilan bagi negara-negara Muslim," tegas Mochtar.(okezone)


Read more: 
http://www.atjehcyber.net/2012/06/hubungan-muslim-dan-as-rusak-tatkala.html#ixzz204NA4rPd
Comments
0 Comments

No comments: