Saturday, 6 April 2013

Kutunggu Kau di suatu Hari Nanti


Namanya Suci. Aku kenal dia sejak SMP. Kami satu kelas. Orangnya cantik, pintar, agamanya juga bagus. Kalau ada cewe yang saya ada rasa sama dia, Sucilah orangnya. Aku mulai suka sama dia waktu kami dipersiapkan oleh sekolah untuk mengikuti Olimpiade. Tak hanya kami berdua. Ada banyak teman-teman lain yang bersama kami. Aku dan Suci mengikuti Olimpiade yang berbeda. Aku mengikuti Olimpiade Matematika sedangkan Suci Ekonomi-Akuntansi.

Saat itu aku berhasil menjadi juara satu di tingkat kota Metro sedangkan Suci peringkat dua. Dia kalah dari temannya sendiri, Nanda. Aku, Suci dan empat belas teman-teman dan adik-adik kelas mengikuti persiapan Olimpiade tingkat provinsi Lampung.

Selama dalam persiapan, aku, Suci dan kawan-kawan lainbelajar di Laboratorium Biologi. Sejak saat itulah cinta itu mulai tumbuh. Aku merasa ada seorang Suci dalam hidupku. Kami menjadi lebih sering bertemu. Merasa seperjuangan. Cinta itu mulai tumbuh seiring berjalannya waktu.

Suci berhasil tembus ke nasional tapi sayang aku gagal. Intensitas pertemuan kami pun berkurang. Aku sudah kembali mengikuti pembelajaran di kelas sementara Sucimasih dispen berminggu-minggu sampai ia selesai mengikuti OSN Nasional. Ternyata cerita dispen tidak hanya sampai disitu. Di kelas dua belas ia masih melanjutkan dispennya hingga berbulan-bulan. Padahal di kelas dua belas kami hanya punya waktu beberapa bulan saja sebelum lulus. Bisa dibilang aku jarang melihat dia selama dia dispen.

Setelah dia menyelesaikan dispennya dan mulai mengikuti pembelajaran di kelas, aku merasa ganjil. Aku merasa tak seperti dulu lagi. Cinta itu naik turun. Kadang muncul tapi kadang hilang. Tapi yang pasti aku masih sering terpikirkan dia. Di saat aku santai, tak ada yang aku pikirkan, dialah yang masuk ke pikiranku.

Lagipula, setelah dia masuk, dia sering menyebut ABC, adik kelas yang juga tembus ke nasional bersama dia. Semakin suram cinta ini untuk diwujudkan. Apalagi teman-teman masih menghubungkan dia dengan mantan-mantannya. Lama-kelamaan penghalang itu mulai hilang tapi tragisnya muncul penghalang baru. Dia justru terlihat suka dengan teman sekelas kami dan lebih tragis lagi ada teman sekelasku yang lain yang menyukai dia. Benar-benar semakin suram rasanya.

Kupikir sudahlah. Mungkin belum waktunya atau dia mungkin memang bukan untukku. Lebih baik aku fokus pada ujian nasional yang sudah semakin dekat. Kutunggu kau di suatu hari nanti, Suci.
Comments
3 Comments

3 comments:

Anonymous said...

tadinya mau lanjut bales post sesudah ini, tapi ngga bisa ydh bales di sini ja. iya sama2, saya juga makasih kok banyak postingan kamu yang bermanfaat, ngga sengaja liat blog ini, lumayan juga isinya jadi kadang - kadang liat blog ini kali ja ada update-an terbaru. dan ternyata kamu anak sman 1 metro, tapi ngga usah saya kasih tau ya saya siapa hhe. kalo mau di repost silahkan aja, jujur itu lampiran yang saya buat dalam surat saya untuk pacar saya, buat jelasin ke dia kenapa kita harus putus. Alhamdulillah dia paham. dia angkatan kamu juga, tapi ipa * (sensored). haah awalnya emang berat banget, tapi lama-kelamaan Alhamdulillah bisa. saya juga ngga tau, sebelum2-nya dengan yang lain mungkin saya cuma sebatas suka tapi ntah sangat berbeda dengan dia, dan ntah kenapa da perasaan yakin kalau dia jdoh saya, smoga saja aamiin. kalaupun tidak toh saya yakin Allah SWT selalu beri yang terbaik, dan saya ikhlas untuk itu. sebenernya kita juga ngga pacaran hha, hanya taaruf yang salah mungkin, saya cuma bilang cinta dia dan dia juga, tapi kami ngga pernah pacaran, dan memang kami sangat menutupi hubungan kami, walau akhirnya da yang tahu juga. terkadang bingung juga ada beberpa ce yang terang-terangan bilang suka, bahkan bilang mau jadi pacar kedua, soalnya kadang daya harus beralasan udah punya pacar ketika di tembak ce. hadeh, ntah apa yang mereka pikirkan, yah mungkin maklum cinta monyet, saya selalu kasih tau mereka kalo da hal yang lebih penting untuk di pikirkan dari pada cinta, sekolah kita, masa depan kita, orang tua kita yang harus kita bahagiakan dan buat bangga, itu yang buat mereka ngerti. waduh ni kok jadi curcol ya..hha yah itung2 berbagi pengalaman, hhe
kemaren baru perpisahan ya, jadi kangen temen -temen.cukup dulu, sudah sore, saya juga masih sering hubungan dengan temen-temenmu yang lain . semangat buat raih cita-cita mu, ni kuncinya buat dapet univ yang kamu inginin, minimal yang pernah aku lakuin, dan Alhamdulillah ak masuk sesuai yang aku inginkan. pertama shalat taubat dulu karena kita bnyak salah, azzamkan dalam hati kalau kamu pasti bisa dapetin univ yang kamu inginkan, minta maaf dan doa restu ke orang tua, banyakin puasa senin kamis, shalat tahajut n dhuha, banyak sedekah coba deh satu hari 1ribu ja tapi rutin, dan yang terakhir dan paling penting belajar yang sungguh2, usahakan lebih dari temen-temen kamu yang lain, kalo temen kamu tiga jam sehari kamu lima jam sehari, insyaAllah dapet deh. dan ketika kamu letih belajar, tatap foto kedua orang tuamu dan bayangkan apa yang terjadi dengan senyum mereka jika kamu gagal ini cara efektif buat tambah semangat belajar. banyakin zikir n shalawat, oya sebelum berdoa bershalawat dulu, karena saya pernah baca hadis shalawat sebelum berdoa memakbulkan doa kita. ok
oya waktu saya putusin buar ngga sms dia lagi saya kasih lagu tashiru judulnya maaf tuk berpisah bagus. saya kasih saran ni beberapa lagu yang mungkin kelihatannya sedih tapi kalo buat saya jadi penambah semangat :1. the power of dream, ( celin dion) 2. when you believe ( whitney houston) 3. muhasabah cinta (edcoustic) 4. jalan masih panjang ( edcoustic ) 5. lagu untuk ibu - brothers ( my fav) 6. bingkai kehidupan (lagu wajib halaqoh hha) terakhir yakin n tawakal kalau kita bisa. that's all
banyak lagu nasyid yang bagus, cari ja. oya panggil saja saya fatih ( bukan nama asli) , dari nama Muhammad al Fatih, penakluk Konstantinopel yang sangat menginspirasi, baca saja bukunya felix siaw tentang Muhammad al fatih, n baca buku-buku ippho santosa, my fav book

Agung Septa Pratama said...

Makasih kak buat saran-sarannya
Saran-sarannya bagus dan kayak nya mesti saya coba
Lagi-lagi saya salut sama kakak baru kali ini ada orang yang komentarnya panjang-panjang tapi gak pa2 saya malah suka itu. Komen2nya bermanfaat banget lagi buat saya. Ssaya juga seneng punya pengunjung setia kayak kakak yg sllu up date terus jadi ngerasa posting-posting saya gak sia-sia. O ya kalau curcolnya mau dilanjutin gak pa2 kok kak namanya juga blog. Media buat kita sharing. Saya malah seneng bacanya. Moga2 kakak emang jodoh sama yg kakak suka itu atw yg lbih baik dri itu InsyaAllah.. amiin..
Ngomong ngomong udah saya posting tu komen2.a yang kmren2. Gmana kak bagus gak ?
BTW kakak kuliah dimana? Soalnya saya lagi bingung nih milih2 buat sbmptn

Anonymous said...

sip..memang harus di lakukan, jangan di tunda- tunda. kita buat blog terus berbagi dengan hal-hal yang bermanfaat kan bagus, ngga ada yang sia-sia kok, pasti ada orang yang memanfaatkannya. juga media sosial yang lain kayak facebook, twitter, paseban dll jadiin medsos tsb buat siar, mengajak ke kebaikan jangan cuma buat ngegalau ja , 2013 masih ngegalau karena pacar, apa kata dunia :D. Haruslah dari sekarang kita bangun mental kita jadi mental pemenang, bukan mental pecundang. mental pemenang bukan yang badannya kekar trus sok2 jagoan, mental pemenang itu yang selalu semangat dalam hidup, semua masalah yang di hadapi nggak akan buat di bersedih, malah akan semakin memperkuat azzam dalam hatinya buat terus survive, orang yang bermental pemenang tegas dalam hak dan yang batil, bagi dia yang benar ya harus d perjuangkan dan yang salah ya jangan di bela, tapi lemah lembut terhadap sesama, kehadirannya bermanfaat, hidupnya bervisi ke masa depannya, punya impian yang tinggi, optimis, ngga pernah takut atas bayangan, cemoohan orang lain malah nambah semangat dirinya. jika kita ngga punya alasan untuk hidup, jangan hidup. jika kita ngga ingin punya masalah dalam hidup, mati saja. hidup penuh perjuangan, masa' dulu kita bisa kalahin jutaan sel sperma sekarang kita harus menyerah dengan keadaan ini, yang hanya sebentar, hanya sementara ( dan manakah nikmat Tuhanmu yang kamu dustakan? (Q.S Ar-Rahman) kesehatan, tubuh ini, mata, telinga, jantung, orang tua yang sayang dengan kita, makanan yang Alhamdulillah masih sangat layak yang sangat jauh jika di bandingkan dengan jutaan anak2 di negeri ini, anak2 di afrika, alasan apa lagi yang buat kita sedih, ngegalau. berusaha untuk sukses adalah lebih wajib dari pada suksesnya, karena kalau kita sungguh2 insyaAllah pasti bisa ( ingat mantra man jadda wa jaddanya pak ngadimin ) tapi kalau berusaha saja ngga semngat, takut A takut B dsb bagaimana bisa sukses. Allah Swt beri kita akal, dia beri kita pilihan, kita yang memilih ke kanan atau kekiri. benarlah hadis Nabi bahwa dunia adalah penjara bagi kaum muslim tapi surga bagi kaum kafir, memang di dunia ini sebagai seorang muslim kita hidup bagai di penjara, tidak boleh ini itu, haram untuk ini itu, tapi semuanya hanya sebentar saja. hanya bagaikan musafir berhenti di perjalanannya, ( Nabi bersabda dunia ini bagaikan kamu memasukkan telunjukmu di lautan luas, kemudian kamu angkat jarimu maka dunia adalah air yang ada di jari tsb, sedang akhirat adalah lautan luasnya ) sekarang tinggal pilih ingin air yang hanya secuil atau kedua- duanya air yang di jari dan lautan. dunia ini sangat sebentar kalau di banding dengan akhirat. di Al-Qur'an di sebutkan malaikat menghadap Allah Swt yang sehari kadarny 50rbu tahun, di pdang mahsyar juga, coba bndingkan dengan waktu di bumi hanya sekitar 2 menit, sngat singkat hidup kita. jadi tinggal kita yang memilih sabar sebentar dlam hidup ini, menahan kenikmatan dunia yang haram sebentar saja, untuk kenikmatan akhirat yang lebih kekal atw menikmati kenikmatan dunia yang haram sebntar untuk siksaan yang kekal di neraka. sabar untuk kenikmatan yang hakiki, atw menikmati dunia yang hanya sementara. kita yang memilih.life is a choice. tapi bukan berarti kita tidak boleh kaya sangat berbeda konteksnya, malah kita harus sukses, kaya untuk lebih bermanfaat bagi sesama, bukankan kefakiran dekat dengan kekafiran, saya rasa apa yang terjadi di megeri.ini sudah membuktikannya. sekarang kita generasi penerus islam yang harus memperjuangkan islam, untuk kembalinya kekhilafahan, jaman keemasan islam. tanggung jawab itu yang ada di pundak kita, kalau remaja saja sudah malas2an bagaimana.