Saturday, 20 April 2013

Terima kasih




Terima kasih
Terucapkan
Tuk akhiri semuanya
Terima kasih
Atas cintamu
Selama ini
 Maaf
Aku belum membalasnya
Belum mampu membalasnya
Terima kasih
Kata terakhir
Yang mengakhiri
Segala pedih di hati
Semua duka
Mungkin
Aku belum pantas
Mungkin nanti
Jika kau bahagia
Kenapa tidak
Tiada alasan tuk menolak
Kurelakan
Telah kurelakan
Bahagialah
Sekali lagi
Terima kasih telah mencintaiku
Terima kasih
Atas senyum manismu
Terima kasih
Atas tatapan indahmu
Terima kasih
Atas cinta tulusmu
Terima kasih
Atas semuanya
Puisi ini kuakhiri
Pedih ini terakhiri
                                                       

Karya : Agung Septa Pratama
Comments
9 Comments

9 comments:

Anonymous said...

suci? :D

Anonymous said...

Hijab laki- laki
Bismillah,,renungan bagi kaum laki- laki
Bila perempuan memiliki jilbab sebagai hijabnya untuk menghindari fitnah, maka hijabnya lelaki adalah..
• Matanya ketika ia gadhal bashar, menundukkan pandangan.
• Lisannya ketika ia berkata seperlunya pada lawan jenis tanpa basa basi, tanpa tebar pesona.
• Hijab pada hati dan fikirannya, ketika cintanya hanya pada Allah SWT , rasul dan orang tua, bukan gema nama mahluk perempuan dalam hatinya dan panjang angan di fikirannya.
• Hijab lelaki adalah Hpnya, ketika isi smsnya hanya untuk yang perlu, bukan menanyakan kabar, sudah makan atau belum, saling berabgi cerita tentang hidup, sudah shalat atau belum, apalagi berlagak membangunkan qiamul lail yang belum tentu ia melakukannya juga, yang semuanya di lakukan pada seseorang yang belum halal buatny.
• Hijab lelaki adalah yahoo massagerny ketika tanpa merasa telah berkhalwat dengan selain-Nya. Pembicaraan pribadi yang tanpa jelas ujungnya,mempermainkan hati dan fikiran , terutama iman.
• Jilbabnya lelaki tidak perlu panjang, lebar atau berbentuk kaos atau jain atau yang terbelah bagian pinggirnya. Jilabab lelaki cukuplah matanya berpaling dari yang bukan haknya, lisannya yang tak berucap sia-sia, hati dan pikirannya yang selalu berkhidmat pada Allah Ta’alla.
• Uniknya jilbab ini dapat di pakai oleh kaum hawa jadi jangan takut mencobanya.

“ Katakanlah kepada laki – laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka, Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat” Q.S An-Nur : 30

Anonymous said...

Bukan mencari... tapi menjadi...
Sebagian lelaki berkata betapa sulitnya menemukan wanita shalihah di zaman sekarang dan sebagian perempuan juga berkata, betapa susahnya mencari lelaki shaleh saat ini. Mungkin pertanyaan di atas ada benarnya juga walaupun tidak mutlak. Akan tetapi yang lebih penting , alangkah baiknya kalau pernyataan tersebut kita tujukan untuk diri sendiri terlebih dahulu sebelum diucapkan kepada orang lain.
“ Sudah menjadi shalehkah diriku?, Sudah menjadi shalehahkah diriku? “
Kadang kita terlalu sibuk untuk menilai orang lain sehingga kita lupa menilai diri sendiri. Kita terlalu sibuk mencari sosok yang menurut kita shaleh atau shalehah. Kita terlalu sibuk mencari sosok yang baik. sementara kita sendiri lupa untuk berusaha menjadi sosok yang shaleh atau shalehah.
Muncul satu pertanyaan, sudah pantaskah kita berharap untuk mendapatkan sosok yang shaleh atau shalehah? Jawabannya berpulang kepada diri kita masing-masing. Jangan bermimpi mendapatkan wanita yang shalehah kalau masih belum mampu menjadi lelaki shaleh dan begitu pula sebaliknya.
Sebuah solusi yang tepat...
Tak perlu bersusah payah untuk mencari yang shaleh atau shalehah. Tapi menjadilah shaleh dan shalehah terlebih dahulu. Karena apa?
Karena Allah SWT telah menyiapkan pasangan yang sesuai dengan jati diri kita. Yang sesuai dengan kepribadian kita. Yang sesuai dengan kadar keimanan kita. Ingat , lelaki baik untuk wanita yang baik, begitu pula sebaliknya!
Tunggu apa lagi?
Marilah memulai dari diri sendiri dulu untuk menjadi baik. tak perlu menunggu orang lain menjadi baik. dan tak perlu terlalu sibuk untuk menilai orang lain yang pada akhirnya kita lupa untuk menilai diri kita sendiri.

Anonymous said...

Perbincangan Seorang Ibu dengan Anaknya
• A : Anak
• I : Ibu
A : Ibu boleh tanya ngga?
I : Tentu boleh. Mau tanya apa anakku?
A : Hmm..dulu sebelum ibu menikah sama bapak, apa pacaran dulu ?
I ; Gak anakku. Ibu sama Bapakmu gak pernah pacaran.
A : Terus ibu sama bapak di jodohin gitu?
I : Gak juga kok.
A : Lalu gimana ceritanya ibu dan bapak bisa ketemu?\
I : Anakku, soal rejeki, jodoh dan ajal itu adalah kehendak Allah SWT. Jika Dia berkehendak, tak ada suatu hal apapun yang sulit bagi –Nya.
A : Maksud ibu?
I : Begini. Walaupun ibu dan bapakmu tidak pernah kenal atau pacaran sebelumnya, ternyata Allah SWT mempunyai cara untuk mempertemukan ibu dan bapakmu.
A : Tapi kok ibu sama bapak bisa saling mencintai dan menyayangi seperti sekarang? Padahal sebelumnya belum pernah kenal?
I : Anakku jika sebuah keluarga dibangun dengan niat ibadah dan didasari dengan ketulusan semata – mata karena Allah SWT, maka cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya seiring perjalanan waktu. Dan semakin lama cinta itu semakin tumbuh mekar mengembang. Kamu lihat sendiri ibu dan bapakmu kan?
A : Makanya aku tanya sama ibu. Seneng banget deh ngeliat ibu dan bapak mesra terus. Oya bu, kalau gitu aku tak perlu susah – susah mencari jodoh dong?
I : Tetap berusaha anakku. Berusahalah menjadi seorang yang berkepribadian baik. jagan lupa mintalah kepada-Nya dalam setiap sujudmu. Kamu tak harus mengejar pasanganmu kesana kemari. Yakinlah jika sudah waktuny, selalu ada cara bagi Allah SWT untuk memepertemukanmu dengan pasanganmu.
Islam tidak mengebiri sex juga tidak membebaskannya seperti binatang. Allah SWT hanya menginginkan yang baik bagi hamba-hambaNya. 

Anonymous said...

Hati dan Akal Bicara Cinta
Di sebuah pondok usang milik seorang hamba, akal dan hati berbual berkenaan kasih dan cinta..
A : Assalamualaikum , sahabat. Apa kabar iman anda?
Hati terdiam..
Akal bertanya sekali lagi.
Apa kabar iman anda?
H : Kurang sehat mungkin.
A: Mengapa?
H : Aku merindu dia segenap jiwaku..
A : Dia yang mana, sahabatku?
H : Kedua Dia. Dia yang hakiki, juga dia yang entah kemana akhirnya..
A : Tidak mengapa, itukan fitrah manusia.
H : Tapi rinduku kepadanya kadangkala membuat jiwaku runsing. Pikiranku melayang terbang jauh keangkasa. Kadangkala ketika beribadah juga aku teringat dia.
A : Cintamu padanya, juga cintamu pada-Nya, cinta pada-Nya kan yang lebih utama.
H : Tapi..aku benar cinta dia. Aku benar rindu dia. Aku mencintainy karena Allah SWT. kami saling menasehati kepada kebaikan. Aku mau mengejar surga bersamanya.
A : Apa makna cinta?
H : Kasih dan sayang.
A : Bagiku cinta itu gila.
H : Mengapa pula?
A : Apabila kita mencintai seseorang, kita asyik teringatkan dia. Apa yang di kata jangan, sebaik mungkin kita elakkan. Apa yang di minta, sebisa mungkin kita mengusahakannya. Bila ada yang lain mendekati, bergelegak rasa cemburu. Apa kau rasa begitu?
H : Ya, begitu yang ku rasa.
A : Apa kau tau apa pula ibadah?
H : Orang bilang ibdah itu taat dan patuh.
A : Ibadah itu juga adalah cinta.
H : Bagaimana maksudnya?
A : Ibadah itu cinta. Berkasih –kasih dengan Tuhan.
Hati terdiam lagi...
H : Jadi..Apa sebenarnya yang ingin kau sampaikan wahai akal?
A : Fikirkan, kalau kau benar mencintai dia karena Allah SWT, apa kau ada mengadu kepada-Nya?
H : Aku puas sudah berdoa. Aku mendoakannya empat puluh kali setiap hari. Siang malam. Tegas hati..
A : Apa kau berdoa kepada-Nya hanya karena apabila kau terasa jauh dengannya? Apa kau hanya melipatgandakan ibadahmu ketika jiwamu merasa tak tenang?
Hati terdiam tertunduk...
A : Bagaimana mungkin kau katakan cintamu karena Allah SWT. sedangkan kau mengabaikan Dia ketika cintamu dengannya sedang indah bercahaya. Sabarlah wahai hati. Doamu mungkin tidak makbul sekejap mata. Barangkali Allah SWT akan memakbulkannya di masa lain. Barangkali Allah SWT ada hadiah yang lebih berharga untukmu.
Aliran sungai merah terasa semakin deras mengalir ke kepala..
A : Cinta kepada manusia yang gila seperti itu, hanya layak di sandarkan kepada Allah SWT. Allah SWT menarik cintamu karena Allah SWT lebih mencintaimu. Allah SWT merindui doa dan tangisan hamba-Nya . Allah SWT mau kau kembali mengindahkan cintamu kepada-Nya.
Hati mulai menangis..sepi...kesal

Anonymous said...

Biarlah Mau di Bilang Apa
Lebih baik dibilang jomblo, daripada dicap sangat laku hingga sampai bergonta ganti pasangan yang belum halal...
Lebih baik tak punya kebanggaan, kalau hanya kebanggan atas banyaknya koleksi mantan pasangan yang belum halal.
Lebih baik menjaga fitrah diri, dari pada hanya sekedar mencari kesenangan diri..
Lebih baik mengejar cinta-Nya, daripada hanya mengejar cinta yang belum waktunya,.
Karena bukankah kita tak mau hidup kita hanya mencari kesenangan sesaat?
Kita tak mau terjebak?
Kita tak mau mengorbankan jalan hidup kita yang terasa sangat singkat
Dengan di isi hal – hal yang tak membawa manfaat. Dengan godaan – godaan nafsu yang akan membuat diri kita tersesat?
Biarlah mau di bilang apa, karena kita lebih memedulikan untuk menjaga kefitrahan diri, yang kelak akan di pertanggung jawabkan di hadapan-Nya.
Dan yang pasti akan dipersembahkan seutuhnya hanya untuk pasangan yang halal saja yang bernama suami/istri, bukan untuk yang lain.
Itukan pilihan kita?

Rasulullah bersabda : “ Tujuh hamba yang akan di lindungi Allah SWT pada hari kiamat nanti :
1. Imam yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh dewasa yang hobinya beribadah kepada Allah SWT padahal di saat nafsunya bergejolak.
3. Hamba yang hatinya selalu terikat dengan Masjid ,senangnya berjamaah dan beraktivitas ke masjid.
4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT, berkumpul berjumpa bersahabat karena Allah SWT dan berpisah karena Allah SWT pula.
5. Seorang hamba lelaki yang dirayu oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan dan kecantikan tetapi ia berkata “ aku takut kepada Allah SWt”
6. Hamba yang bersedakah sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang di perbuat oelh tangan kanannya, ikhlas karena Allah SWT.
7. Hamba yang berzikir dan berdoa kepada Allah SWT dalam keheningan malam, dalam kesendiriannya dalam muhasabah dirinya lalu ia menitikkan airmatanya. “ (tafsir HR. Bukhari Muslim)
Ya Allah yang Menguasai langit dan bumi, jadikanlah kami diantara tujuh golongan hamba-hamba-Mu yang kau lindungi kelak di akhirat..aamiin

Anonymous said...

Ketika Al-Qur’an menjawab
Kenapa aku tidak mendapatkanyang aku idam idamkan?
- ....boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menmyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Kenapa aku di uji?
- “ Apakah manusia mengira bahwa mereka di biarkan (saja) mengatakan : “ Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabut :2)
- “ Dan sesungguhnya Kami telah Menguji orang- orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang – orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. ( Al – Ankabut :3)

Kenapa aku di beri ujian seberat ini?
- Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.. (Al-Baqarah : 286)

Aku frustasi?
- Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah ( pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang paling tinggi (derajatnya) , jika kamu orang – orang yang beriman. (Ali Imraan :139)



Aku tak dapat bertahan, aku tak sanggup?
- ....dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (Yusuf : 87)

Bagaimana menghadapi ujian seberat ini?
- Hai orang –orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmy dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasn negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (Ali Imraan :200)
- Jadikanlah sabr dan shalatmu sebagai penolong. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ . (Al-Baqarah : 45)

Bagaimana hati ini menjadi tenang?
- ”orang – orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah lah hati menjadi tenteram. (Ar Ra’d :28)


Kepada siapa aku berharap?
- Cukuplah Allah bagiku, tidak ada tuhan selain-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakal. (At-Taubah :129)

Apa benar Allah bersamaku dan Apakah Allah akan mengurangi kesulitanku?
- Dan Dia bersama kalian dimanapun kalian berada (Al Hadid:4)
- Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu dalam kebenaran. (Al-Baqarah :186)
- Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya dan yang menghilangkan kesusahan. (QS. An-Naml :62)


Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
- Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka... (QS.At Taubah:111)

Anonymous said...

Alfabet Keberhasilan
A. Accept . terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B. Believe. Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginka dalam hidup
C. Care . pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup
D. Direct. Arahkan pikiran pada hal –hal yang positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E. Earn. Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik .
F. Face . hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G. Go . berngkatlah dari kebenaran.
H. Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.
I. Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan untuk mencapai tujuan
J. Jealously. Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri, jadi HINDARIlah.
K. Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
L. Learn. Belajarlah dari kesalahan dan berusah untuk tidak mengulanginya.
M. Mind. Perhatikan uruan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.
N. Never. Jagan pernah QUIT dan PUTUS ASA
O. Observe. Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikanlah, dengarkan dan belajar dari orang lain
P. Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.
Q. Question. Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban dan menambah ilmu.
R. Respect. Hargai diri sendiri dan orang lain.
S. Self confident, self esteem, self respect. Percaya diri, hargai diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.
T. Take. Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.
U. Understand. Pahami bahwa hidup itu naik dan turun.
V. Value. Nilai diri sendiri dan orang lain berusahalah melakukan yang terbaik.
W. Work. Bekerja dan belajar dengan giat , jagan lupa berdo’a
X. X’tra. Usaha lebih keras membawa keberhasilan
Y. You. Anda dapat membuat suatu yang berbeda.
Z. Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula.

Agung Septa Pratama said...

Terima kasih buat siapapun yang sudah menuliskan komentar - komentarnya di atas
saya salut dengan anda
kapan kapan saya repost komentar - komentarnya ya
sekali lagi terima kasih