Monday, 13 January 2014

Kuliah Tanpa Biaya



Baru dua hari yang lalu gua ikut roadshow sama temen-temen saimala. Ya, memperkenalkan UI ke SMA-SMA khususnya anak-anak kelas dua belas yang sebentar lagi akan menghadapi ujian nasional sama masuk perguruan tinggi. Gua jadi keinget pas gua ada di posisi mereka. Jaman-jaman galau mau ngambil jurusan apa dan kuliah dimana. Gua yakin pasti itu yang ada di otak anak-anak kelas dua belas itu.

Nah, untuk sekedar sebagai obat penawar kegalauan kalian, gua cuman mau berbagi sedikit pengalaman gua.

Gua dulu disuruh sama bokap-nyokap buat kuliah di unila (Universitas Lampung). Hanya unila. Gak ada pilihan lain waktu itu. Bonyok gua beranggapan kalo di unila pasti lebih murah biaya kuliahnya dibanding perguruan tinggi lain yang lebih bagus. Gua juga dulunya mikir gitu. Masalah biaya memang masalah yang sangat penting yang harus diperhitungkan dalam memilih PTN dan jurusan. Selain harus kuat otaknya juga harus kuat dUItnya. Jangan sampe udah masuk kuliah eh malah di-DO(Drop Out) alias dikeluarin gara-gara gak bisa bayar uang kuliah. Itulah yang dikatakan orang tua gua dulu.

Meskipun begitu, sebenernya gua pengen banget kuliah ke luar Lampung. Kuliah di PTN yang lebih bagus. Gua mencari informasi biaya kuliah di PTN favorit kecuali tiga PTN terbaik yang ada, UI(Universitas Indonesia), UGM(Universitas Gadjah Mada) dan ITB(Institut Teknologi Bandung). Di benak gua masih ada pikran kalo di tiga PTN terbaik itu pastilah mahal. Kalau pun sebenernya bisa keterima di sana juga buat apa kalo toh nanti gak bisa bayar biaya kuliahnya. PTN-PTN yang gua cari tahu tentang biaya kuliahnya adalah IPB(Institut Pertanian Bogor), UnPad(Universitas Padjajaran), UnSri(Universitas Sriwijaya), sama UnDip(Universitas Diponegoro). Akhirnya pilihan gua jatuh ke IPB. Gua putusin buat ngambil Statistika IPB buat undangan alias SNMPTN. Tapi akhirnya gua gagal. Gua gak keterima undangan.

Gak keterima undangan bukanlah akhir dari segalanya. Gua masih punya kesempatan di SBMPTN. Dan lagi-lagi masalah biaya adalah pertimbangan pertama dalam memilih PTN. Selain gua, pasti banyak orang-orang yang takut kuliah di PTN-PTN favorit karena masalah biaya. Tapi gua yakin pasti ada jalan keluar. Pasti ada jalan buat kuliah di PTN favorit dengan biaya murah. Akhirnya Gua coba mengutak-atik google untuk mencari info biaya kuliah sama bea siswa. Kali ini bukan IPB, UnPad, UnSri, sama UnDip tapi tiga PTN terbaik,UI,UGM dan ITB.

Dalam perburuan informasi itu, gua berhasil menemukan apa yang gua cari. UI. Yak, berbeda dengan ITB dan UGM, di UI itu ada yang namanya BOPB. BOPB itu biaya operasional pendidikan berkeadilan. Jadi, di UI itu besarnya biaya pendidikan kita tergantung dengan kemampuan orang tua kita untuk membayarnya. UI beranggapan bahwa keadilan dalam membayar biaya pendidikan bukan dengan menyamaratakan biaya pendidikan kepada seluruh mahasiswa. Kalangan yang mampu harus membayar dengan biaya maksimal sedangkan yang kurang mampu hanya membayar sesuai kemampuan. BOPB bukanlah beasiswa melainkan sistem pembayaran. Dan BOPB ini bisa langsung kita ajukan sesaat setelah dinyatakan diterima sebagai calon mahasiswa UI. Akan menjadi mahasiswa setelah registrasi alias daftar ulang.

Mendapat informasi itu, hati gua semakin mantab untuk memilih UI. SBMPTN, UI menjadi pilihan pertama. Dan Alhamdulillah gua keterima. Dan benar saja, di akun SBMPTN gua udah ada link ke website UI-nya. Gua klik terus gua disuruh milih sistem pembayaran. Gua pilih BOPB. Setelah itu gua disuruh ngirim beberapa berkas seperti  keterangan kurang mampu dari ketua RT/RW,penghasilan orang tua, pengeluaran sehari-hari, dan lain-lain. Beberapa hari setelah berkas dikirim, UI memberi balasan dengan mengatakan bahwa uang kuliah gua per semester adalah satu setengah juta. Gua seneng banget. Akhirnya perjuangan gua selama ini gak sia-sia.  Gua berhasil kuliah di universitas terbaik Indonesia ini dengan biaya yang bisa ditanggung oleh orang tua gua.

Gak berhenti sampe di situ doang. Semester pertama baru dimulai, UI udah membuka pendaftaran bea siswa Bidik Misi. Gua pernah ketinggalan pendaftaran bea siswa Bidik Misi di SMA dan sekarang gua gak boleh ketinggalan lagi. Gua ikut daftar. Dan, yup, Alhamdulillah, Allah lagi-lagi mengabulkan doa gua. Gua berhasil mendapatkan bea siswa Bidik Misi. Gua bukannya membayar tapi gua kuliah malah dibayar.

Itulah cerita kesuksesan gua kuliah tanpa membayar tapi malah dibayar. Jadi, buat kalian yang masih takut buat kuliah di UI gara-gara biaya mendingan kubur ketakutan itu dalem-dalem dalem tanah. Udah gak jaman lagi gak milih UI cuman gara-gara biaya kuliah. Lagipula gak ada ceritanya anak UI di-DO gara-gara gk bisa bayar uang kuliah.

Dan asal kalian tau aja ya, di UI itu ada aja bea siswa. Tapi gak semuanya itu kepake. Banyak yang mubazir. Kalo kalian buka website http://mahasiswa.ui.ac.id/ disitu ada banyak banget info bea siswa. Gua udah gak ngerti lagi apa aja nama bea siswanya dan dari mana aja asalnya, karena saking banyaknya. Tapi tetep, apapun bea siswa itu, bisa kalian dapetin setelah menjadi mahasiswa UI.
So, gak usah takut, risau, galau lagi buat milih UI. Mantabkan di hati dan gua tunggu kabar kalian diterima di universitas terbaik di Indonesia ini.
Comments
0 Comments

No comments: