Friday, 29 June 2012

Asal mula adu penalti


Awalnya pemenang pertandingan Piala Eropa ditentukan dengan sistem yang sangat melelahkan jika hingga perpanjangan waktu usai belum juga didapatkan tim yang berhak menjadi juara. Saat itu berakhirnyanya Piala Eropa pun tidak bisa ditentukan dan timbul kegalauan turnamen tersebut diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas.

Piala Eropa 1968 di Italia, misalnya, tuan rumah berhasil melju hingga ke final dan bertemu Yugoslavia di Stadio Olimpico, Roma. Hasilnya, skor imbang 1-1, dan berlanjut sampai perpanjangan waktu.

Pertandingan pun diulang dua hari kemudian. Pada pertandingan Piala Eropa sebelumnya, laga ulang tak dilakukan karena salah satu tim bisa mendapatkan angka lebih tinggi dari kompetitornya.

Pada Piala Eropa 1976  digelar pertama kalinya dalam final di Stadion Crvena Zvezda, Beograd. Jerman Barat dan Cekoslowakia berebut gelar juara. Setelah perpanjangan waktu selesai, skor tetap 2-2.

Cekoslowakia akhirnya memboyong trofi Henri Delaunay untuk pertama kali setelah gelandang Antonin Panenka menjadi penentu kemenangan. Ia menjebol gawang Jerman Barat yang dijaga Sepp Maier dengan tendangan kondang bernama chip shot. Skor laga tersebut berakhir 5-3.

Peraturan mengenai adu penalti ditetapkan FIFA mulai tahun 1970. Piala Eropa 1976 merupakan salah satu pesta sepak bola paling awal yang melakukan adu penalti.

Selanjutnya, Piala Dunia 1982 menjadi pesta sepak bola yang menerapkan adu penalti saat Jerman Barat menghadapi Perancis di semifinal. Adu penalti berakhir dengan skor 5-4 untuk kemenangan Jerman Barat. Selanjutnya, adu penalti lazim diadakan dalam turnamen sepak bola.
Comments
0 Comments

No comments: