Monday, 6 May 2013

Hati dan Akal Bicara Cinta




Di sebuah pondok usang milik seorang hamba, akal dan hati berbual berkenaan kasih dan cinta..
Akal    : Assalamualaikum , sahabat. Apa kabar iman anda?
Hati terdiam..
Akal bertanya sekali lagi.
Apa kabar iman anda?
Hati    : Kurang sehat mungkin.
Akal    : Mengapa?
Hati    : Aku merindu dia segenap jiwaku..
Akal    : Dia yang mana, sahabatku?
Hati    : Kedua Dia. Dia yang hakiki, juga dia yang entah kemana akhirnya..
Akal    : Tidak mengapa, itukan fitrah manusia.
Hati    : Tapi rinduku kepadanya kadangkala membuat jiwaku runsing. Pikiranku melayang terbang jauh ke angkasa. Kadangkala ketika beribadah juga aku teringat dia.
Akal    : Cintamu padanya, juga cintamu pada-Nya, cinta pada-Nya kan yang lebih utama.
Hati    : Tapi..aku benar cinta dia. Aku benar rindu dia. Aku mencintainya karena Allah SWT. kami saling menasehati kepada kebaikan. Aku mau mengejar surga bersamanya.
Akal    : Apa makna cinta?
Hati    : Kasih dan sayang.
Akal    : Bagiku cinta itu gila.
Hati    : Mengapa pula?
Akal    : Apabila kita mencintai seseorang, kita asyik teringatkan dia. Apa yang dikata jangan, sebaik mungkin kita elakkan. Apa yang diminta, sebisa mungkin kita mengusahakannya. Bila ada yang lain mendekati, bergelegak rasa cemburu. Apa kau rasa begitu?
Hati    : Ya, begitu yang kurasa.
Akal    : Apa kau tau apa pula ibadah?
Hati    : Orang bilang ibadah itu taat dan patuh.
Akal    : Ibadah itu juga adalah cinta.
Hati    : Bagaimana maksudnya?
Akal    : Ibadah itu cinta. Berkasih –kasih dengan Tuhan.
Hati terdiam lagi...
Hati    : Jadi..Apa sebenarnya yang ingin kau sampaikan wahai akal?
Akal    : Fikirkan, kalau kau benar mencintai dia karena Allah SWT, apa kau ada mengadu kepada-Nya?
Hati    : Aku puas sudah berdoa. Aku mendoakannya empat puluh kali setiap hari. Siang/malam. Tegas hati..
Akal    : Apa kau berdoa kepada-Nya hanya karena apabila kau terasa jauh dengannya? Apa kau hanya melipatgandakan ibadahmu ketika jiwamu merasa tak tenang?
Hati terdiam tertunduk...
Akal    : Bagaimana mungkin kau katakan cintamu karena Allah SWT, sedangkan kau mengabaikan Dia ketika cintamu dengannya sedang indah bercahaya. Sabarlah wahai hati. Doamu mungkin tidak makbul sekejap mata. Barangkali Allah SWT akan memakbulkannya di masa lain. Barangkali Allah SWT ada hadiah yang lebih berharga untukmu.
Aliran sungai merah terasa semakin deras mengalir ke kepala..
Akal    : Cinta kepada manusia yang gila seperti itu, hanya layak di sandarkan kepada Allah SWT. Allah SWT menarik cintamu karena Allah SWT lebih mencintaimu. Allah SWT merindukan doa dan tangisan hamba-Nya. Allah SWT mau kau kembali mengindahkan cintamu kepada-Nya.
Hati mulai menangis..sepi...kesal.
Comments
0 Comments

No comments: